WAWANCARA CALON KETUA DAN WAKIL KETUA HIMMPRO PBA IUQI PERIODE 2025/2026


Bogor — Sabtu, 28 Juni 2025, Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (HIMMPRO PBA) Institut Ummul Quro Al-Islami (IUQI) Bogor melaksanakan kegiatan wawancara bagi calon Ketua dan Wakil Ketua HIMMPRO untuk periode 2025–2026. Kegiatan ini berlangsung di lingkungan Prodi PBA dan menjadi salah satu tahapan penting dalam proses regenerasi kepemimpinan mahasiswa di tingkat jurusan.


Adapun kandidat yang mengikuti proses wawancara tersebut adalah M. Fazbahadef Billah sebagai calon Ketua, dan Faqih Hizbulloh sebagai calon Wakil Ketua. Keduanya merupakan mahasiswa aktif yang telah melalui proses seleksi administratif dan dinilai memiliki potensi untuk memimpin HIMMPRO ke arah yang lebih progresif dan berdaya guna.


Wawancara dipandu langsung oleh Ma Abdul Gopur, Ketua Umum HIMMPRO PBA periode 2024–2025. Dalam kesempatan ini, para kandidat memaparkan visi dan misi, gagasan program kerja, serta sikap mereka dalam menghadapi tantangan organisasi ke depan. Suasana wawancara berlangsung dinamis, terbuka, dan penuh antusiasme.


Ma Abdul Gopur menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai bentuk formalitas, melainkan sebagai bagian dari proses penilaian karakter, integritas, dan kepemimpinan calon pengurus baru. “Kita ingin memastikan bahwa HIMMPRO PBA dipimpin oleh sosok yang tidak hanya aktif, tetapi juga siap membawa organisasi lebih maju dan berdampak luas bagi mahasiswa PBA secara keseluruhan,” ujarnya.


Kegiatan wawancara ini juga menjadi cerminan komitmen HIMMPRO PBA dalam menjaga keberlangsungan roda organisasi secara demokratis dan bertanggung jawab. Hasil dari proses ini akan menjadi bahan pertimbangan dalam rapat formatur yang nantinya akan menentukan pasangan terbaik untuk memimpin HIMMPRO PBA ke depan.


Dengan semangat baru dan proses seleksi yang transparan, diharapkan HIMMPRO PBA IUQI Bogor mampu mencetak pemimpin-pemimpin muda yang kompeten, komunikatif, dan mampu menjawab kebutuhan mahasiswa di era digital dan globalisasi.

Komentar